Selasa, 28 Desember 2010

Jepang, Hai..

Sebuah pengalaman berharga, ketika aku akhirnya bisa menginjakan kaki di negeri sakura. aku sangat berterima kasih dengan teman ku, nur hidayat.. (Thanks nurce,, atas keisenganya). Teringat juga peristiwa-peristiwa penting yang membuat ku hampir saja tidak berangkat (untuk yang satu ini, i will say "thanks, my lecturer, Bu Erliza Hambali dan Kak Anas).
Sungguh ini first time, aku ke luar negeri. aku hanya bisa membayangkan duluuu banget aku bisa ke Jepang (waktu itu dah pernah apply summer school di salah satu universitas, namun urung kulakukan).
Persiapan kesana membuatku harus meninggalkan sejenak tentang urusan skripsi, membuatku harus memikirkan biaya kesana, membuatku terus begadang tiap malam, dan sederat urusan-urusn lain yang harus ku selesaikan sebelum aku berangkat.
Sebuah pelajaran penting yang dapat kuambil dari peristiwa pra keberangkatanku, " jangan pernah menyerah. selesaikanlah sampai tuntas".(untuk yang ini mungkin ku ceritakan detail di lain waktu y)
Jepang,,
ketika pesawat GA 884 hendak mendarat di tanah Jepang,, sungguh mata ini terpana pada jendela pesawat..
sinar cahaya yang masuk menerobos ke Jendela membuatku tersadar aku melihat rumah-rumah yang terlihat sangat kecil sekali hingga akhirnya aku melihat burung raksasa yang sangat besar bertuliskan JA airlines(ini berarti aku telah mendarat di Narita Airport).
Mata ini sungguh sedemikian terpananya hingga mulutku ikut ternganga, raut muka masih tak percaya
"i am here in Jepang"
aku, dan kedua teman q Oni dan Nurman,, keluar dari pesawat..
hoho kami benar-benar senang sekali hingga hendak mengeluarkan kamera.
memotret..
heheh namun urung, malu euy..
berjalanlah kami mengikuti arus orang..
diperiksa pasport, dan bla bala,,
karena ini baru pertama, aku seperti orang bingung,, (ngebuka2 tas lah, nyari2 pasport lah, riweuh banget dah)
kasihan Nurman dan Oni mungkin agak lama menunggu ku.
dan akhirnya aku keluar dari tempat pemeriksaa itu..

wow keren.. (Bandara Narita bersih)

kami menunggu panitia yang hendak menjemput kami di tempat yang telah ditentukan.

ada seorang laki-laki yang berjalan menghampiri kami..

Dari jauh aku melihat sosok yang kuduga si ketua panitia acara ini, Shinya Sato..
lucunya aku langsung bilang ke kedua temanku..
"Ni, Man, ini pasti Sato".
dan benar saja. Dia menghampiri kami..
Mau tahu apa coba yang dikatakan ma Sato

____________Bersambung____________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar